Kamis, 25 April 2019

Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari Hari Ke-2

Malam tadi Ibu baru sempet berdiskusi dengan Kakak dan Ade mengenai konsep uang dan rezeki. Penanaman Tauhid yang utama bahwa rezeki datangnya dari Allah , sudah ditetapkan dan ditentukan kadarnya, namun kita sebagai umatNya wajib berikhtiar dan berusaha untuk menjemputnya. Selain itu juga dikuatkan pemahaman bahwa meminta sesuatu hanya kepada Allah.
Alhamdulillah Kakak sudah paham mengenai hal ini namun tetap harus sering diingatkan terus.  Karena biasanya kalau dengan Ade masih sirik-sirikan. Semisal Kalau Ade beli barang A,  Kakak juga harus punya.  Begitupun  sebaliknya.
Jadi perlu juga ditanamkan sifat qona'ah.
Nah, yang agak PR banget sebenarnya adalah ketika menghadapi Ade. Kalau berdasar pengalaman, Ade lebih dulu kenal uang dan jajan lebih awal dibanding Kakak. Saat ini Ade masih TK udah minta jajan πŸ˜‚. Jadi Ibu harus kerja lebih keras untuk sounding perbedaan butuh dan ingin, manfaat menabung , berbagi /sedekah dan meminta hanya kepada Allah.  Proses ini menggabungkan beberapa Games di level-level sebelumnya yaa..  Hehe..  Utamanya adalah komunikasi produktif..

Kembali ke tugas tantangan, dilevel ini kita diajak untuk mengenalkan konsep 3S pada anak yaitu Spend, Save, dan Share. Jadi kita diajak untuk membuat 3 toples atau wadah yang berbeda untuk menampung uang, masing-masing toples adalah untuk masing - masing "S" 😁.



Supaya Kakak bisa mengatur uangnya dengan baik,  maka Kakak harus paham dulu berapa uang yang Kakak pegang setiap hari, harga  jajanan kesukaan dan berapa rupiah uang yang akan Kakak sisihkan untuk menabung dan sedekah.
Kesepakatan juga, kalau Kakak mau beli mainan yang sama dengan Ade, maka Ibu harus mengambilnya dari uang jatah jajan harian Kakak 😁. Tega ga tega ya..

Ibu:  uang Kakak sehari kan 4 ribu,  Kira-kira berapa untuk jajan,  berapa untuk menabung dan sedekah? 
Kakak : yaah.... (Sedikit mengeluh ya.. Hehe)

Masih ujicoba yaa,  mudah-mudah berhasil dan istiqomah.

#HariKe-2
#KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Ibu Profesional Bunda Sayang Level 8 Tantangan 10 Hari

Memasuki level baru di kelas bunda sayang,  materi level 8 membahas tentang finansial, yaitu Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini.
Cerita sedikit tentang pengetahuan anak-anak mengenai konsep uang ya. Dulu kakak mulai kenal uang ketika memasuki kelas 1 semester 2. Karena sebagian teman-temannya suka jajan di kantin. Mungkin lebih kepada penasaran dengan proses memilih dan transaksi jual beli nya,  ketimbang makanan yang dibutuhkannya. Karena Kami sudah mencukupi Kakak dengan membawa bekal dari rumah. Tapi karena pertimbangan terjadi hal yang tidak-tidak seperti khawatir Kakak nekad meminta uang teman, saking penasarannya dengan proses jajan, maka kami memberikan Kakak uang sebesar dua ribu rupiah.

Pengalaman pertama dulu dikasih uang jajan,  seringnya uang kembali utuh. Karena katanya gak kuat dengan antrinya jadi waktu istirahat keburu habis di antrian. Alhasil ga satu pun makanan yang sempat terbeli 😁.  Kata Kakak, terkadang uangnya utuh dimasukkan ke kotak amal di mesjid sekolah.

Setelah kelas 3 ini uang jajannya naik.  Karena kantin sekolah sudah lebih rapi dan jenis makanannya juga variatif.  Harganya juga lumayan karena porsinya jugs agak besar. Maka uang jajannya ditambah menjadi 4ribu per hari. Tapi Seringnya uang kembali utuh.  Dan dialokasikan untuk jatah besok harinya.

Yang jadi PR untuk ibu sekarang adalah Ade.  Karena letak sekolah TK nya dekat dengan SD dan banyak tukang mainan,  maka hampir setiap hari minta beli mainan. Walaupun terkadang ga jelas juga apa yang mau dibeli. Seringnya malah asal beli yang penting pulang bawa mainan.  Ade masih bingung membedakan mana kebutuhan, dan yang mana keinginan.

Kalau Ibu mah semenjak hari pertama dikasih uang oleh Pak Suami,  langsung bikin buku catatan keuangan 😁. Semua detail uang keluar masuk dan jenis belanjaan tercatat rapi.  Sudah habis bertumpuk-tumpuk buku keuangan semenjak menikah 9 tahun yang lalu.

Dengan adanya tantangan level ini, ibu jadi terpecut untuk lebih serius mengedukasi anak-anak tentang konsep uang dan rezeki.

#HariKe1
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

Rabu, 30 Januari 2019

Aliran rasa level 5

Aliran rasa level 5

Tantangan level ini membuat Ibu mulai kembali untuk membiasakan membaca buku. Kakak yang memang sudah terbiasa membaca buku menjadi lebih antusias karena merasa ada "teman" untuk membaca.

Hal terpenting dari tujuan menstimulasi anak membaca adalah anak terbiasa dulu dengan apa itu buku, kertas, huruf-huruf dan tulisan. Yang penting Setiap hari pegang buku, dan berusaha membuka dan membacanya.

 Orangtua harus menjadi teladan utama bagi anaknya. Jika kita ingin anak kita rajin membaca, maka kita sebagai orangtuanya pun harus rajin membaca juga.  Karena Anak mencontoh apa yang orangtua lakukan.
Terkhusus untuk Ibu sebagai Al-ummu madrasatul ‘ula (ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya), maka kegiatan membaca adalah bagian dari usahanya untuk menjadi madrasah terbaik bagi anak-anaknya.

Melalui pohon literasi membuat anak menjadi lebih bersemangat untuk menambah bacaannya. Karena akan terlihat siapa yang daunnya paling rimbun dialah yang paling banyak membacanya. Selain mencontohkan membaca, Ibu juga mencontohkan  cara memuliakan buku dengan cara menyampul buku-buku bacaan dengan sampul plastik agar tetap rapi dan terawat. Selain itu Ibu juga menulis buku harian di depan anak-anak. Semoga dengan apa yang Ibu contohkan akan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk membaca dan menulis.

"For Things to ChangeI Must Change First"



#AliranRasaGameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 23 Januari 2019

Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
For Things To Change, I Must Change First

Dulu saya suka membaca buku karena waktu SD kalau pulang sekolah selalu lewat toko buku. Untuk bisa naik angkot jurusan arah rumah saya, maka saya harus jalan kaki dulu melewati pasar dan terminal kurang lebih 500m dari sekolah. Karena cuaca siang yang panas dan lelah setelah jalan kaki, maka saya suka ngadem dulu di dalam toko ber AC yang kebetulan adalah toko buku.

Awalnya hanya santai-santai bolak balik sembari mendinginkan badan. Lama-lama tertarik untuk baca dan mulai sedikit-sedikit menabung untuk beli buku.

Waktu sebelum menikah, saya sudah sempat menabung beberapa buku anak. Jadi waktu itu mikirnya, saya ga tau akan menikah dengan siapa dan apakah kecenderungannya terhadap buku akan sama atau tidak.

Setelah menikah kegiatan beli dan baca buku sudah hampir punah. Karena waktu dan prioritas kebutuhan rumah tangga yang berbedaπŸ˜‚.

Kebiasaan membaca tetap saya tularkan untuk Kakak. Apapun kertas yang ada bentuk huruf, angka dan tulisan tetap saya kenalkan dan bacakan. Dari mulai brosur mobil, rumah, brosur iklan supermarket atau apa saja. Koran bekas dan majalah Bobo bekas juga ga masalah. Yang penting anak suka mendengar dulu.

Waktu Kakak bayi, saya suka bacakan brosur diskon supermarket dengan gaya yang lebay. Hehe... hah... ini buang semangka harganya murah. Eh liat ini melon lebih murah..

Kalau sekarang apakah ibu juga masih baca buku? Qodarullaah.. masih tertatih-tatih πŸ˜‚.
Tapi apapun yang saya bisa catat dalam sebuah buku, saya suka salin untuk kemudian saya bisa baca kembali di depan Kakak dan ade.

Alhamdulillaah tantangan level ini sungguh menantang.. hehe

Kakak masih melanjutkan bacaannya tentang Haji dan Umroh. Kalau Ade, baca buku "Aku Bisa Menabung".

#GameLevel5
#Day10
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst




Jumat, 18 Januari 2019

Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
For Things To Change, I Must Change First

Hampir melewati setengah perjalanan dari tantangan ini, menunjukkan progres yang cukup baik.
Hari ini Kakak membaca buku berjudul "Air".
Buku ini membahas tentang apa itu air, sifat dan kegunaannya, siklus air dan bahayanya jika air habis.


Ade membaca buku berjudul "Aku Bisa Mandi Sendiri".
Temanya mirip-mirip yaitu berhubungan dengan air.
Karena Ade belum bisa membaca, jadi Ade bolak balik halaman buku dan bercerita dengan versinya sendiri melalui gambar yang dilihatnya. Alhamdulillaah bisa berimprovisasi 😁.



#GameLevel5
#Day9
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst





Kamis, 17 Januari 2019


Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
For Things To Change, I Must Change First

Alhamdulillah, hari ke delapan dari tantangan Family Reading Time, pohon literasi ini, anak-anak masih semangat dan senang membaca. Ibu melanjutkan membaca buku kemarin, tersisa beberapa halaman lagi.

Kakak Sudah membaca buku ceritanya yang berjudu "kisah-kisah dalam Alquran". Dan Ade menbaca buku dengan judul " Aku Sayang Kucing".




Anak-anak semangat membaca dan antusias ketika menempelkan daun di dahan pohon literasi. Kegiatan ini membuat anak2 senang membaca Dan ingin mempunyai pohon yang daunnya rindang atau pohonnya besar.

Semoga Ibu dan anak-anak tetap antusias dan istiqomah untuk membaca buku setiap hari.
Amiin ya Rabbal'alamiin..

#GameLevel5
#Day8
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst





Rabu, 16 Januari 2019


Bunda Sayang
Ibu Profesional
IIP
For Things To Change, I Must Change First

Game level ini sejujurnya yang menjadi objek tantangannya adalah Ibu sendiri.
Iyaa.. karena sesuai dengan tagline nya "For Things To Change, I Must Change First".

Dulu waktu kelas matrikulasi, Ibu sudah pernah menyusun strategi supaya bisa lulus dalam universitas kehidupan ini. Ilmu yang ingin di pelajari adalah Ilmu Islamic Parenting.. salah satu caranya adalah meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Islamic Parenting.
Tapi ya gitu, jika niat tidak kuat maka progressnya pun melambat. Sudah setahun dari kelas matrikulasi, namun Ibu masih jalan di tempat. Tugas NHW hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Alhamdulillaah 'alaa kullii haal...

Tak mengapa kesadaran ini muncul setelah setahun berlalu. Jangan sampai jatuh untuk kedua kalinya. Karena salah satu ciri orang sukses adalah dia yang tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Mari berbenah πŸ’ͺπŸ’ͺ.

Buku bacaan kedua adalah " Hidup Tanpa Dusta".
Setelah baca buku ini dan bahas bersama anak-anak pentingnya sebuah kejujuran. Yang menarik adalah ketika Kakak ditanya, pernah bohong ga ama Ibu? Jawabnya adalah PERNAH.

Nah loh...
Ternyata alasannya adalah takut dimarahin, takut dihukum kalau bicara jujur. Jadi lebih baik bohong katanya lebih aman.

Di buku ini juga dibahas bahwa ternyata ketika kita mendapati anak berbohong, sikap orangtua sebaiknya tetap tenang. Dan berusaha untuk mendengarkan penjelasan anak. Jangan terlalu detail menginterogasi anak yang justru menunjukkan ketidakpercayaan kita terhadap anak. Anak malah akan merasa terpojok dan akhirnya terdorong untuk memutarbalikkan fakta serrta mengarang cerita.
Prinsipnya adalah membangun sikap saling percaya.

Jikapun mau memberi hukuman, sebaiknya hukuman diberikan sesuai kadar kesalahannya dan setelah anak menyadari kesalahan yang diperbuatnya. Sehingga hal tersebut menjadi lebih adil dan dapat diterima oleh anak.

Semangat berbenah πŸ’ͺ

(Qodarullaah masih terus gagal untuk upload foto)

#GameLevel5
#Day7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst